SOROT BERITA | BEKASI - Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, sebuah inisiatif pendidikan yang membanggakan hadir di kawasan pemulung Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi, menggandeng Rumah Ilmu, gelar program pendidikan non-formal untuk anak-anak kurang mampu, Jumat (15/11/2024).
Ketua Pelaksana, Dernat Rasta Pangestu, mengatakan bahwa program tersebut, bermula dari kepedulian Komisariat SAPMA PP di Universitas Islam '45' (Unisma), terhadap kondisi pendidikan anak-anak di kawasan pemulung.
"Kami menyusun kurikulum komprehensif pada kegiatan ini, yang mencakup calistung, menggambar, mewarnai, baca tulis Al-Qur'an, serta mata pelajaran umum seperti PKN, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia," jelas Dernat, yang juga pengurus cabang SAPMA PP Kota Bekasi.
Sementara itu Reynaldi Aditama Rizky, Ketua SAPMA PP Kota Bekasi, mengungkapkan filosofi keyakinan di balik program tersebut, karena menurutnya, pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.
"Program ini tidak sekadar meningkatkan kemampuan akademik, tapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian. Kami ingin mahasiswa dan pelajar yang terlibat memahami realitas sosial di sekitar mereka," tegas Reynaldi.
Ke depannya, Reynaldi menyatakan, SAPMA PP Kota Bekasi berencana memperluas cakupan program ini ke wilayah lain di Kota Bekasi.
"Ini baru langkah awal. Target kami adalah membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat," ujar Reynaldi.
Di tempat yang sama, Bendahara SAPMA PP Kota Bekasi, Rendy Danendra Sudrajat menjelaskan, bahwa tim pelaksana menerapkan sistem evaluasi yang terstruktur, untuk memastikan efektivitas program.
"Setiap peserta akan menjalani pre-test di awal program dan post-test di akhir program. Hasil evaluasi ini akan menjadi acuan untuk penyempurnaan metode pengajaran ke depannya," papar Rendy.
Rendy turut menyadari pentingnya peran orang tua dalam keberhasilan program tersebut. Atas dasar itu, ia mengatakan telah mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua untuk membahas perkembangan anak-anak mereka.
Turut hadir, Dewan Penasehat Kehormatan SAPMA PP Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif terselenggaranya program tersebut.
"Saya sangat terkesan dengan dedikasi para pengajar muda ini. Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga membangun kedekatan emosional dengan anak-anak. Metode pembelajaran yang interaktif dan kreatif membuat anak-anak antusias untuk belajar," ungkap Nurul, yang juga calon Wakil Wali Kota Bekasi nomor urut 02.
Nurul mengungkapkan rasa terharunya, atas keberhasilan para pengajar yang berhasil menciptakan efektivitas suasana belajar yang menyenangkan.
"Yang membanggakan, para pengajar berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak tidak merasa sedang belajar, tapi seperti bermain sambil belajar. Ini adalah pendekatan yang sangat efektif untuk usia mereka," tukas Nurul.
Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara SAPMA PP Kota Bekasi dan lembaga pendidikan, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. (Pandu)