Panic Button Dan Infrared System Lengkapi Keamanan Lapas Kelas IIA Bulak Kapal

04 Apr 2024 Admin
MITRAPOS | BEKASI - Dalam bentuk upaya peningkatan antisipasi jika terjadi bencana seperti kebakaran, gempa dan kerusuhan di dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) maka Lapas Kelas IIA Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat, memasang tombol peringatan bencana atau Panic Button System yang terintegrasi langsung dengan Kepolisian, TNI, BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran di wilayah setempat.
ADVERTISEMENT
"Program Panic Button tersebut sudah di-launching sebulan lalu di Lapas Bulak Kapal. Cukup efektif dalam membantu petugas," ungkap Tommy A. Nugroho, Kepala Kesatuan Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP), Lapas Kelas II A Bulak Kapal, Kota Bekasi, Selasa (11/1/2022). Selain Panic Button System, Lapas Bulak Kapal juga telah dilengkapi alat deteksi infrared yang ditempel di tembok Lapas. Ketika areal tembok tersentuh atau ada yang mencoba untuk melarikan diri maka bel langsung berbunyi. "Di lapas ini kan ada dua tembok, tembok dalam dan luar. Pada ring kedua itu yang dipakai untuk infrared baru mau manjat sudah bunyi. Lempar sarung saja untuk naik ke tembok itu alarm sudah bunyi," tegas Tommy. Disebutkan bahwa untuk pengamanan di Lapas Bulak Kapal sudah cukup maksimal. Selain dua alat modern penjaga di pos jaga setiap sudut tembok terus ditingkatkan dengan dibantu alat CCTV yang terpasang pada 28 titik hingga ke dalam blok. "Lapas Bulak Kapal ini, jumlah petugas piket 14-15 orang. Sementara yang dijaga mencapai 1900-an lebih warga binaan. Untuk kapasitas memang over, karena kapasitas hanya 680 orang. Tapi isinya mencapai 1.900 orang," papar Tommy menyebut belum termasuk bangunan baru yang belum difungsikan. Tommy menambahkan, semua sistem keamanan sudah disosialisasikan kepada narapidana dan tahanan dan diharapkan bisa mengurangi kendala lapas. "Selain sistem keamanan tentu kita juga terus meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semoga semua baik-baik saja," tutupnya. (Pandu - Mitrapos)
Tags: