MITRAPOS | JAKARTA - Menuju era perkembangan teknologi modern, Kota pintar (smart city) merupakan upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota, dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat.
PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), anak usaha dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Perseroda) / JAKPRO, kembali menunjukkan komitmennya mendukung pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Kota Pintar (Smart City).
Pada webinar yang digelar baru-baru ini, JIP dan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Elektro menyasar kalangan civitas academica, untuk membahas solusi inovatif, guna mendukung DKI Jakarta menuju smart city, dan mewujudkan kerapihan kota agar selaras dengan kaidah tata ruang kota, kelestarian dan estetika.
Tampak hadir beberapa ahli sebagai pembicara, diantaranya adalah Ketua INI ISTN Elektro, VP of Operational and Commerce PT JIP, Ketua Sub Kelompok Pengembangan & Logistik Bidang Penerangan Jalan & Sarana Umum Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Founder & Chairman ITU Concern Forum (IICF) dan Building Information Modeling Manager Advancing Engineering Consultants.
Vice President of Operational and Commerce PT Jakarta Infrastruktur Propertindo, Yudianto mengatakan, dalam membangun kota pintar, diperlukan setidaknya enam pilar, yaitu smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding.
"Kami kali ini menggalang kemampuan anak bangsa untuk berpartisipasi mengatasi masalah di perkotaan. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung upaya Pemerintah DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta yang lebih rapi, bebas dari kabel udara, menuju Jakarta smart city dan livable city terutama dengan teknologi 4.0," ujar Yudianto, Rabu (14/6/2023).
Yudianto menjelaskan, bahwa dengan membangun smart city di era 4.0, kedepannya dapat memberikan akses layanan internet yang mumpuni di berbagai hunian, termasuk penghuni rusun di wilayah DKI Jakarta, event-event UMKM dan sarana bersama masyarakat lainnya.
Selain itu juga dapat melakukan peningkatan otomatisasi, komunikasi machine-to-machine, komunikasi human-to-machine, penggunaan teknologi Artificial Inteligence (AI), serta pengembangan teknologi berkelanjutan dan tentunya pembangunan infratsruktur jaringan telekomunikasi yang mumpuni.
"Diharapkan, dengan penyelenggaraan berbagai infrastruktur penunjang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlahan dapat mewujudkan Jakarta Smart City yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
(Pandu-Mitrapos)
ADVERTISEMENT