SOROT BERITA | BEKASI - Sempat viral kisah Clariza, warga miskin di Kaliabang Tengah, yang kesulitan biaya sekolah karena faktor ekonomi, hingga mencoba melalui jalur KeTM namun ditolak di SMA Negeri 10 Kota Bekasi, akhirnya menemukan titik terang.
Dengan didampingi orangtuanya, ia dengan penuh harapan mendatangi kantor DPC PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kota Bekasi untuk bersilaturahmi sekaligus meminta solusi agar mendapatkan haknya dalam mengenyam pendidikan.
Tampak Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda beserta jajaran, menyambut hangat pertemuan tersebut, hingga memberikan solusi dengan menyekolahkan Clariza di Pondok Pesantren Darut Taubah, Harapan Jaya, Bekasi Utara.
"Kami mendengar permasalahan ini dan harus mencari solusinya. Alhamdulillah, setelah berdiskusi, kita fokus dulu agar Clariza bisa sekolah. Kita bekerja sama dengan Pondok Pesantren Darut Taubah, dan Clariza akan mendapatkan beasiswa sekolah gratis di sana," ujar Rizki, Rabu (10/7/2024).
Rizki juga berjanji1, akan membantu menyelesaikan permasalahan teknis yang dihadapi keluarga Clariza. Ia juga akan menyelidiki lebih lanjut alasan penolakan Clariza di SMA Negeri 10 Kota Bekasi.
"Pendidikan adalah hal yang penting dan nomor satu bagi kita, untuk mensejahterakan warga masyarakat Kota Bekasi. Kita harus hadir untuk memberikan solusi bagi anak bangsa yang ingin menuntut ilmu," tegas Rizki.
Keluarga Clariza tampak lega dan bahagia, atas bantuan dan solusi yang diberikan PKB Kota Bekasi. Mereka berharap, Clariza dapat kembali bersekolah dan meraih cita-citanya.
"Terima kasih kepada Pak Rizki dan PKB atas bantuannya. Kami sangat bersyukur Clarissa bisa kembali bersekolah," ungkap Triman, ayah Clariza.
Kisah Clariza menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Semoga bantuan ini dapat memotivasi Clariza untuk terus belajar dan meraih cita-citanya. (Pandu)