Cegah Intoleransi, SMP GPM Bekasi Terapkan Kurikulum Pendidikan Karakter Pancasila

04 Apr 2024 Admin
MITRAPOS | BEKASI - Indonesia, sebuah negara besar yang memiliki heterogenitas masyarakat dari berbagai sisi kehidupan. Heterogenitas yang kita miliki merupakan salah satu kekuatan, kekayaan dan keunikan yang dimiliki bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, akhir-akhir ini kita semua dikagetkan dengan banyak munculnya kasus intoleransi di berbagai daerah. Tidak hanya berhenti di aksi intoleransi, tapi semakin melebar dengan munculnya aksi radikal bahkan meningkat ke aksi terorisme. Gunarso, salah satu guru SMP GPM Kota Bekasi menuturkan, sebagai sebuah institusi pendidikan juga merasa terpanggil untuk ikut andil dalam upaya pencegahan aksi intoleransi, radikalisme dan terorisme yang berkembang di Indonesia. "Melihat kondisi seperti ini, SMP GPM Kota Bekasi merasa sangat perlu untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan maraknya aksi tersebut," ujar Gunarso, Jumat (14/7/2023). Kurikulum Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila dibuat khusus, agar para guru dan siswa SMP GPM Kota Bekasi benar- benar mengerti, memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara utuh dan benar. "Untuk mendukung program kurikulum khusus ini, salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan berbagai institusi yang bergerak di bidang anti intoleransi, radikalisme dan terorisme. Salah satunya adalah Badan Kesbangpol," imbuhnya. Gunarso menjelaskan, program road show Badan Kesbangpol di SMP GPM Kota Bekasi bisa menjadi bahan pengayaan materi mengajar Kebangsaan dalam Kurikulum Karakter Berbasis Pancasila. "Setelah mendengarkan penjelasan dari Kesbangspol, saya sebagai guru mendapat banyak informasi tentang cara pencegahan aksi intoleran, radikalisme dan terorisme yang lebih detail dan efektif," tuturnya. Ditempat yang sama, Didi Supardi, guru IPS SMP GPM Kota Bekasi mengungkapkan, dengan menghadirkan langsung pelaku intoleran, radikalisme dan terorisme, yang kembali menjadi NKRI, mampu memberikan semangat baru bagi guru khususnya guru SMP GPM. "Aksi intoleran, radikalisme dan terorisme bisa dicegah kalau nilai-nilai Pancasila sudah mendarah daging dalam diri siswa sejak dini," pungkas Didi. (Gr-Mitrapos)
Tags: