SOROT BERITA | BEKASI - Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, menegaskan agar pelaksanaan PPDB online di Kota Bekasi tidak membudayakan titip menitip calon siswa.
"Saya tegaskan sekali lagi, bahwa budaya seperti itu kami upayakan bisa dihilangkan, meskipun bertahap," tegas Ayung, saat ditemui sorotberita.com, Kamis (6/6/2024).
Dijelaskannya, belum lama ini, BMPS Kota Bekasi sudah melakukan komunikasi dengan pihak Pemkot Bekasi dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, agar pelaksanaan PPDB online di tingkat SMP negeri agar bisa bersih dari praktek tersebut.
"Belum lama ini kami sudah bertemu dengan mereka pemangku kepentingan pendidikan di Kota Bekasi, dan kami meminta serta menegaskan hal tersebut," katanya.
Bukan tanpa alasan BMPS Kota Bekasi meminta hal tersebut. Ia menggambarkan, seperti kejadian beberapa waktu yang lalu dimana satu kelas diisi lebih dari 32 siswa dalam satu rombongan belajar (Rombel).
"Inikan sudah menyalahi aturan dan kami minta agar disesuaikan dengan standar pendidikan yang ada," ujarnya.
Meskipun membutuhkan waktu, Ayung optimis budaya tersebut bisa dihilangkan seiring berjalan waktu.
"Merubah sebuah budaya memang susah, tetap kami yakin hal tersebut bisa diubah sedikit demi sedikit sesuai waktu berjalan," tukasnya.
Ia yakin, jika semua berkomitmen menjalankan PPDB yang bersih dan berintegritas, maka PPDB-nya akan berjalan dengan baik pula tanpa ada permasalahan disetiap pelaksanaannya. (Giri)