SOROT BERITA | BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, menggelar Silaturahim dan Diskusi Perguruan Swasta dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional, di RM. Gubug Udang Situ Cibubur, Senin (25/11/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauli menyambut positif pernyataan Menteri Pendidikan terkait peningkatan kesejahteraan guru.
"Ini suatu angin segar bagi kami, terutama kebijakan yang memberikan hak sertifikasi bagi guru-guru swasta," ujarnya.
Ayung juga menyoroti rencana MoU tripartit antara Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Budaya), Kepolisian, dan Kejaksaan.
"MoU ini penting, agar guru-guru yang melakukan pendisiplinan siswa di sekolah tidak lagi dikriminalisasi. Selama ini banyak guru yang takut mendisiplinkan siswa karena khawatir berhadapan dengan hukum," jelasnya.
Terkait PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), Ayung mengkritisi kondisi pendidikan di Kota Bekasi.
"Lima tahun terakhir, Bekasi mengalami kekurangan guru. Akibatnya, banyak guru mengajar tidak sesuai bidangnya. Guru olahraga mengajar agama, guru agama mengajar PPKn, ini tidak meningkatkan kualitas pendidikan," tegasnya.
Ayung pun turut menghimbau Pemkot Bekasi, untuk menghitung daya tampung tidak hanya di sekolah negeri saja, tapi juga swasta. Menurutnya, lulusan SD harus bisa tertampung di sekolah manapun, karena hal tersebut tanggung jawab pemerintah.
"Yang kita perjuangkan ke depan, guru PPPK yang berasal dari sekolah swasta sebaiknya ditempatkan kembali di sekolah asalnya. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap sekolah swasta," pungkasnya. (Bandaharo)